Info Bahan Bangunan Peralatan kamar mandi dan perlengkapan Dapur Terbaru 2015
Menu

Info Perlengkapan Kamar Mandi 2017

Tips Memilih Perlengkapan - peralatan Kamar Mandi serta Dapur

Solar water heater Ariston

 

Untuk Hotel, Spa, Rumah Tinggal, Rumah sakit serta Industri pengolahan

Air jernih belum tentu bersih dan sehat, Bagaimana dengan air anda ?

March 5, 2015

JANGAN BIARKAN PERALATAN DI RUMAH ANDA RUSAK,BERCAK DAN BERNODA KARENA MASALAH AIR..

JANGAN BIARKAN KELUARGA MENDERITA SAKIT KARENA MENGGUNAKAN AIR YANG TIDAK BERSIH DAN SEHAT

Saat ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang seksama dan cermat. Karena untuk mendapatkan air yang bersih, sesuai dengan standar tertentu, saat ini sudah  menjadi barang yang mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia, baik limbah dari kegiatan rumah tangga, limbah dari kegiatan industri dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dan ketergantungan manusia terhadap air pun semakin besar sejalan dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat.

Masalah air merupakan masalah yang utama, baik masalah penyediaan air bersih di kota dan di desa, pencemaran air, serta masalah penyaluran dan pengelolaan air buangan penduduk dan industri. Air sangat dibutuhkan oleh semua mahluk di dunia.

Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia berbagai upaya dilakukan untuk menyediakan air bersih yang aman bagi kesehatan. Adapun air yang sehat harus memenuhi empat kretiria parameter, yaitu sebagai berikut :

Pertama adalah parameter fisik yang meliputi padatan terlarut, kekeruhan , warna, rasa, bau, dan suhu.

Kedua adalah parameter kimiawi yang terdiri atas berbagai ion, senyawa beracun, kandungan oksigen terlarut dan kebutuhan oksigen kimia.

Ketiga adalah parameter biologis meliputi jenis dan kandungan mikrooganisme baik hewan maupun tumbuhan.

Keempat adalah parameter radioaktif meliputi kandungan bahan – bahan radioaktif.

Indonesia memiliki 6% potensi air dunia atau 2 % potensi air di Asia Pasifik. Tapi ironisnya, setiap tahun Indonesia mengalami krisis air bersih secara kualitas maupun kuantitas. Sumber air alam semakin menyusut dan air bersih olahan semakin mahal. Sebanyak 13 sungai yang melewati ibukota Indonesia bahkan tercemar bakteri E-coli, termasuk 70 persen air tanahnya.

Di Indonesia, masalah air bersih merupakan masalah klasik yang tidak kunjung usai diberantas. Pada tahun 2013 ini, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 250 juta jiwa. Dari jumlah yang begitu banyak, hanya sekitar 20% saja yang memiliki akses terhadap air bersih. Itu pun kebanyakan dari daerah perkotaan yang menikmati air bersih. Sedangkan sisanya, sekitar 80% dari rakyat Indonesia masih mengkomsumsi air yang bisa dikatakan hampir tidak layak dan bahkan tidak layak untuk dikomsumsi.

Sedangkan bila ditinjau dari kuantitas dan kualitas, data terbaru yang dilansir MDGs, baru 51,02% keluarga di Indonesia yang memiliki akses sanitasi yang memadai. Targetnya, pada tahun 2015 akses sanitasi dapat naik hingga di angka 60% hingga 70%.

Masalah sanitasi juga tidak hanya merembet di masyarakat saja. Pemerintah juga ikut “kebakaran jenggot” menghadapi masalah ini. Berdasarkan data Direktorat Air Minum dan Limbah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, kerugian Indonesia akibat buruknya layanan Sanitasi mencapai 58 triliyun rupiah per tahun. Salah satunya karena biaya memperoleh air bersih yang mahal.

Melihat data-data di atas tentu kita sangat prihatin terhadap kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini ditinjau dari faktor ketersediaan akses terhadap air bersih serta sanitasi. Hal itu tentunya memunculkan tanda tanya besar. Apa penyebab buruknya kualitas air dan sanitasi di Indonesia ? Masalah yang pertama adalah rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Dari data di atas saja sudah dapat dibuktikan, dengan masih banyaknya penduduk Indonesia yang buang air besar sembarangan tentu menyebabkan buruknya kualitas air di Indonesia terutama pada sumber-sumber air yang seharusnya menjadi sumber penghidupan warga. Dengan tingkat populasi yang tinggi, namun kesadaran akan lingkungan yang rendah semakin memperparah kondisi tersebut. Masyarakat Indonesia masih sering membuang limbah rumah tangga, sampah, dst. Padahal sungai-sungai itulah yang menjadi sumber penghidupan mereka. Belum juga eksploitasi air tanah untuk kepentingan fasilitas hotel, apartemen, dan perkantoran yang menyebabkan semakin berkurangnya debit air bersih.

Berbagai Permasalahan Air  Baku
§ Air yang mengandung zat besi
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.
§ Air kuning permanen
Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.
§ Air berkapur
Air berkapur sangat mudah dikenali, biasanya muncul bercak-bercak putih dikamar mandi Anda. Selain itu, air berkapur menyebabkan pakaian yang dicuci sangat sukar berbusa sehingga boros deterjen dan sabun mandi, pakaian hasil cucian pun terlihat kusam terutama pakaian berwarna putih.
§ Air mengandung mangan
Biasanya kandungan mangan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kandungan zat besi. Pertama kali keluar dari kran, air yang dihasilkan nampak jernih, setelah didiamkan akan timbul bercak berwarna cokelat kehitaman
§ Air dengan pH tinggi
Air normal memiliki kisaran nilai pH 6.5-8.5, apabila > 8.5 air bersifat basa, dan akan terasa licin di kulit. Biasanya ditambahkan suatu senyawa tertentu untuk menaikkan atau menurunkan nilai pH.

Pada umumnya air digolongkan menjadi 4 jenis yaitu, air murni, air bersih, air lunak, dan air keras. Air murni merupakan senyawa tunggal dan bukan campuran. Para ahli menyatakan bahwa air murni merupakan senyawa yang terdiri atas satu jenis molekul H2O, kandungan mineralnya sedikit sekali bahkan hampir tidak ada. Air murni tidak sama dengan air minum karena air minum mengandung garam-garam mineral. Keberadaan air murni di alam hampir tidak ada karena banyaknya pengaruh lingkungan dan alam itu sendiri. Air bersih belum tentu air murni tetapi dapat digunakan dengan aman tanpa membahayakan kesehatan. Air bersih merupakan air yang secara fisik, kimia, dan biologi layak digunakan bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Air lunak merupakan air dengan kadar mineral yang rendah. Air keras atau lebih dikenal dengan istilah air sadah merupakan air yang memiliki kandungan mineral tinggi, pada umumnya berupa ion kalsium dan ion magnesium dalam bentuk garam karbonat. Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral yang dapat menyumbat saluran pipa dan kran, air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, selain itu air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan scum yang sukar dihilangkan, biasanya air sadah ditandai dengan munculnya bercak-barcak berwarna putih pada kran ataupun pada bak penampungan air di kamar mandi.

Sumber-sumber air saat ini juga sudah semakin dicemari oleh limbah industri  dan rumah tangga yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaannya melebihi kapasitasnya untuk diperbaharui. Sumber air yang tercemar dapat menimbulkan berbagai permasalahan terutama masalah-masalah kesehatan.

Air kotor merupakan sumber berbagai penyakit sebab air kotor dapat dipastikan membawa bibit penyakit dari berbagai sumber diantaranya kotoran manusia dan hewan, sampah, tanah, lumpur, tanaman, udara, limbah pabrik, dan sebagainya. Selain membawa bibit penyakit, air juga mengandung bahan-bahan beracun yang akibatnya baru muncul setelah sekian tahun mengkonsumsi air tersebut. Kandungan bahan beracun kadang bisa dilihat dari penampilan fisik air. Air yang berwarna kekuningan kemungkinan banyak mengandung besi. Apabila dikonsumsi secara terus-menerus dalam waktu yang lama akan merusak ginjal dan gigi. Selain besi, terdapat juga mangan yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat merusak ginjal dan bersifat neurotoksik. Keberadaan mangan ditandai dengan endapan dalam air yang berwarna cokelat kehitaman. Bau busuk yang sering tercium dari air menandakan adanya pelapukan bahan-bahan organik oleh mikroorganisme di air. Masalah lain yang sering ditemui yaitu air berasa, air yang asin ataupun asam berarti air tersebut memiliki kualitas yang rendah. Secara kimia air harus memiliki pH netral (pH=7), air berasa asam apabila nilai pH air lebih rendah dari 7 dan akan berasa pahit apabila pH air lebih besar dari 7.

Apabila kondisi air Anda memiliki permasalahan seperti diatas, berarti air baku Anda perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.  Gunakan water filter ( penyaring air berkualitas dan bergaransi dari kamarmandiku.com. Anda tidak perlu khawatir akan hal itu karena kami siap membantu mengatasi berbagai permasalahan kondisi air baku di rumah Anda. Segera hubungi kami sekarang juga.

SEBAIKNYA ANDA TAHU :

 Air Bersih (clean water) yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan memenuhi kualitas persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak (PERMENKES RI No. 416/MENKES/Per/IX/1990). Pertanyaanya adalah apakah air jernih yang kita lihat sehari-hari, yang biasa kita minum sudah benar-benar sehat dan layak untuk kita konsumsi? Dari mana kita tahu air tersebut memang bersih?

    Persyaratan air bersih bisa diuji secara sederhana atau dapat dilakukan tes di laboratorium. Kadar bau atau kekeruhan di cek dengan mencampurkan air yang akan di uji dengan air bersih. Caranya campurkan segelas air keruh/bau yang akan diuji dengan air bersih, apabila keruh/bau hilang berarti kadar bau/keruhnya rendah, apabila masih tercium bau atau keruh maka air itu sebaiknya tidak digunakan lagi. Cara terpopuler untuk menguji kandungan kimia dalam air adalah dengan menggunakan air teh. Caranya campurkan air yang akan diuji dengan air teh kemudian diamkan minimal 12 jam. Apabila warnanya masih seperti air teh berarti kualitasnya bagus, namun apabila warnanya semakin hitam menandakan kualitas airnya jelek. Lalu bagaimana cara mengetahui air yang mengandung kesadahan? Cara praktis untuk mengetahui kesadahan dalam air baku dapat dilakukan dengan cara melarutkan deterjen dalam air yang akan diuji. Apabila air tidak berbusa atau busa yang dihasilkan sedikit berarti air tersebut merupakan air sadah.

    Beberapa parameter yang layak untuk diperhitungkan sebagai parameter kunci adalah kandungan besi, mangan, zat organik, kekeruhan, warna, pH, dan kualitas mikrobiologis. Parameter diatas dianggap sebagai representasi dari kandungan zat dan parameter lain yang keberadaanya dalam air baku seringkali sangat mengganggu. Hal ini tentu tidak berarti zat yang lain diabaikan tetapi bila dianggap perlu, parameter lain sebaiknya diperiksa.

 

Go Back

berapa harga



Comment